« Home | Olid » | Pahlawan » | Siapa Perusak Poso » | Golkar Telengas » | IPK » | Kepercayaan Agama KTP » | Serenade Orang Urban » | Perahu Retak SBY–JK » | Suhu di Poso » | Mengubah Lagi Aturan Remisi »

Tamu Agung

Tajuk KBR68H
Rabu, 15 Nopember 2006


George Walker Bush akan datang. Ia presiden dari negara besar yang punya pengaruh sangat kuat di dunia datang ke negara kepulauan terluas. Menjadi tamu agung Indonesia selama lebih kurang 10 jam. Persiapan kedatangannya mengesankan Bush akan menetap selama 10 tahun. Orang-orang Bogor kagum sekaligus protes karena kenyamanan mereka bakal dan sebagian telah diacak-acak.

Kunjungan Bush ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan ke Rusia dan Asia Tenggara. Di Asia Tenggara, Bush melawat Singapura, Vietnam, dan Indonesia. Di Vietnam ia hadir untuk Kenferensi Tingkat Tinggi Konferensi Ekonomi Asia Pasifik atau APEC. Di Singapura, selain mengunjungi Asian Civilizations Museum, Bush akan memberi kuliah di Universitas Nasional Singapura, lalu malamnya bertemu Presiden dan Perdana Menteri Singapura. Di Indonesia, nanti Bush memberikan bantuan 150 juta dolar Amerika bagi program Inisiatif Pendidikan Indonesia atau Indonesia Education Initiative.

Di sela-sela kesibukan menyambut tamu agung, beredar kabar agenda Bush ke Indonesia ada kaitan dengan rencana memperpanjang kontrak pertambangan di Natuna antara Indonesia dan perusahaan Amerika serta masalah pembelian senjata. Rasanya sas sus lain juga beredar, lantaran kondisi Bush di dalam negeri yang tengah payah setelah Partai Republik kalah atas Demokrat dalam pemilu sela.

Sebagai pemimpin negara yang mengobarkan perang atas nama antiterorisme di Irak dan Afghanistan, merestui penyerbuan Israel ke Lebanon, George Walker Bush merasa keamanan dirinya senantiasa terancam bila berada di luar Gedung Putih atau di kantor portabelnya: Air Force One, pesawat kepresidenan yang dilengkapi kecanggihan teknologi dan kemewahan desain interior. Maka, Secret Service yang bertanggung jawab atas keamanan Presiden merasa perlu menerapkan prosedur keamanan tingkat tinggi atas kunjungan Bush ke Bogor.

Kita tak menampik bahwa fasilitas yang diberikan kepada Bush berlebihan, kendati kita bisa menerimanya lantaran katanya menjadi hak presiden. Tapi, kita juga patut meminta Presiden kita sendiri menjelaskan secara memuaskan dan rinci: apa bakal dibicarakan dengan Bush, apa kesepakatan yang diambil nanti. Sebab, sekecil apapun biaya keamanan bagi Bush, tetap saja uang pajak rakyat. []

  • Airlambang
  • John Burroughs, penulis asal AS (1837 - 1921) menggambarkan begini: I still find each day too short for all the thoughts I want to think, all the walks I want to take, all the books I want to read, and all the friends I want to see. Budha Gautama memberi penjelasan: Do not dwell in the past, do not dream of the future, concentrate the mind on the present moment.
    Dan zodiak mengingatkan bahwa saya Aquarius.
  • Jakarta, Indonesia
Lihat Profil